7 Kumpulan Sajak Fredi Martadinata

Kumpulan sajak ini adalah karya fredi martadinata yang ditulis saat apa yang ia rasakan. - Hallo ini cosi, untuk Anda yang suka membaca beberapa sajak tentang patah hati dan kesedihan, berikut fredi martadinata mempunyai sajak tersendiri yang ia tulis.

7 Kumpulan Sajak Fredi Martadinata


Terlalu cepat mengungkapkan
Karya : Fredi Martadinata

Aku kira berhasil

Ternyata ini hanya ekspektasi

Mulai menanyakan kepada sang illahi

Apakah ini awal sebuah perjuangan..

Baiklah, tanpa menyerah aku berusaha lagi

Menjadi tempatmu bersandar,

Telinga ku sebagai pendengar terbaik

Dan tak luput, hati dan mulut ku sebagai penenang mu…

Untuk mu, semoga luka masa lalu itu lenyap

Walau berat, aku yakin kamu bisa

Aku disini, ada untuk mu

Tulus tanpa dibuat-buat…

Gara-gara masa lalu, kau susah membuka hati
Karya : Fredi Martadinata

Kamu ceritakan semua, tanpa lelah

Ku kira setelah itu akan melupakannya

Oh tidak, ternyata aku salah

Kamu masih mengingatnya, karena itu sangat menyebalkan…

Lihat aku…

Siasati aku…

Aku bukan dia

Ini aku mempunyai cinta yang beda

Rasakan dan nikmati ketulusan sayang ini..

Ini sungguh untuk mu…

Aku harap ini terjadi..

Kamu membuka pintu hati

Yang tertutup oleh masa lalu itu

Aku ingin kamu menjadi Kita

Ini pelampiasan
Karya : Fredi Martadinata

Sungguh terkejut kau hadir

Merubah suasana hati

Mulai memperhatikan

Mulai peduli...

Indah nya sebelum banyak tahu

Menyenangkan sebelum lebih tahu

Tapi setelah itu, aku mulai tahu apa maksud itu hadir..

Yah, hanya sebagai pelampiasan

Menyebalkan, dan aku berpura-pura mencoba mengerti kau..

Dan berharap hati ini tak berharap

Kau menjadi kita…

Kapan ia sadar?
Ditulis oleh Fredi Martadinata

Mudah emosi

Tak ingat ibadah

Menyakiti hati jalan surga ku

Hidup tak penuh kesadaran

Kapan ia sadar?

Sampai saat ini saya benci

Tak pantas menjadi panutan ku

Tapi, saya berbisik doa di akhir sujud

Memohon kepala keluarga macam itu

Berubah…..

Dari hitam ke putih

Dari jahat menjadi baik…

Sejarah dewasa ku
Karya : Fredi Martadinata

Emosi labil

Pikiran tak tahu bermuara ke mana

Rasa berani dan takut tidak stabil

Halu semakin tinggi

Terpengaruh omongan bukan perasaan

Salah melangkah sudah mulai terbiasa

Semangat membara..

Menyerah ada dibayang-bayang

Kata siapa dewasa itu selalu Enak?

Perlu syarat ketentuan berlaku

Ah ini tak menyulitkan bagi yang percaya

Yakin semakin semangat, semangkin menuju ke titik pencapaian….

Ini bukan lagi remaja..

Ini dewasa, karakter mulai terbentuk…

Percaya mampu mewujudkan impian masa kecil

Saatnya, dewasa ku buktikan

Hingga menjadi sejarah….

Diremehkan
Karya : Fredi Martadinata

Kau hanya menjadi beban

Kau tak mungkin diatas

Roda kehidupan mu tetap dibawah

Dengan diganjal dari sang kuasa

Tersenyum..

Lumayan hati pedih merasakan

Air mata menetes

Kata terucap, tunggu saja pada waktunya

Dengan begitu, rasa semangat semakin berkobar membara

Ibarat air laut tak pernah surut kering

Impian tetap ingin ku capai…

Roda kehidupan kita berbeda

Roda mu memang belum dibawah

Tapi jelas, ada waktunya kita merasakan yang sama…

Ntah cepat atau lambat waktu itu

Kau meremehkan

Saya pasang telinga….

Perumpama hanya pecutan

Untuk semangat dan yakin

Candaan tak berakal
Karya : Fredi Martadinata

Mengharapkan pujian

Mengharapkan kebahagian

Mengharapkan senyum indah

Mengharapkan suara tawa dari mulut

Kau salah cara

Kau bodoh

Kau cupu

Dan tak berakal candaan mu…

Saat ditangkap kau menangis

Engkau terdiam..

Engkau memohon belas kasihan

Dan minta maaf...

Aduh, candaan mu tak berakal

Unsur menghina, melecehkan

Baik agama maupun manusia itu

Candaan mu tak berperasaan…

Oh tangisan cinta berpaling
Karya : Fredi Martadinata

Awal yang begitu manis

Engkau perhatian, peduli

Selalu ada untukku

Hingga aku berbaring mengistirahatkan tubuh…

Waktu berputar, engkau berubah

Perhatianmu hilang…

Alasan sibuk menjadikan itu sebagai perisai

Untuk aku selalu percaya pada mu

Gejala apapun selalu muncul pada ku

Untuk membuktikan bahawa engkau berpaling

Dari sahabat mengabarkan prasangka sikap tentang mu

Tapi itu ke tampik perasaan ingin selalu percaya padamu bahwa kamu mencintai ku

Ada yang mendekat, ku pagari hati

Ada hal aneh, tak peduli

Engkau tahu aku percaya cinta mu

Lebih dari hati yang percaya..

Waktu ku rindu
Karya : Fredi Martadinata

Duduk sembari menyandarkan punggung

Melihat malam yang dihiasi bintang-bintang kecil tapi sunyi

Pikiran ku ke kamu

Tersenyum kecil, jika aku teringat momen lucu kita..

Aku rindu

Waktu ini tak bisa dielakkan lagi

Sungguh rindu kita

Sebelum aku dan kamu menjadi KITA

Di pertengahan jalan aku dan kamu menjadi kita..

Tapi takdir memisahkan Kita

Kamu disana…

Aku disini…

Kamu dibawah tanah mengarah ke kiblat

Aku masih berpijak di tanah, sujud berbisik sembari mendoakan Kita menyatu kembali, di tempat terbaik sesuai amal Kita masing-masing…

Jam di tangan ini, selalu berdetak

Angkah nya selalu berubah

Pada waktu ini aku rindu

Dalam sunyi berlinang air mata

Penutup

Baiklah sekian dulu penulisan artikel kali ini mengenai kumpulan sajak karya fredi martadinata. Jika suka dengan tulisan sajak ini, nantikan lagi yang terbaru yah. Terima kasih dan mohon maaf apabila ada kesalahan kata.

Baca Juga